Marco Polo dan Pajak

marco-polo

Saya menduga bahwa kita semua sudah pernah mendengar kisah tentang Marco Polo sang penjelajah. Kehebatan Marco Polo, sang pedagang yang berasal dari Venezia yang kemudian menjadi pembantu Kubilai Khan dan menjelajah ke berbagai belahan dunia termasuk sampai ke Aceh, Sumatera.

Kepopuleran Marco Polo berasal dari buku kisah perjalanan yang ditulisnya dengan judul il Milione / The Travels of Marco Polo. Dalam buku tersebut dikisahkan bagaimana penjelajahan yang dilakukannya.

Kali ini, kita tidak akan membahas mengenai petualangannya, namun kita akan membahas keterkaitan kisahnya dengan pajak. Beberapa tulisan menganggap bahwa Marco Polo pernah menjabat sebagai pejabat pajak selama 3 tahun sebagai perwakilan Kubilai Khan di Yanzhou, Tiongkok.

Terkait dengan pajak, dalam buku Marcopolo Perjalanan Sang Petualang dan Saudagar Pemberani ke Daratan Tiongkok digambarkan dengan apik sebagai berikut:

(Sumber: Marcopolo Perjalanan Sang Petualang dan Saudagar Pemberani ke Daratan Tiongkok, Esmeralda Lesmana, Gramedia Pustaka Utama, 2010)

Apabila kita perhatikan, maka dapat dilihat bahwa pajak yang dibayarkan oleh rakyat, pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada rakyat yang membutuhkan. Hal tersebut sesuai dengan teori redistribusi pendapatan.

Apabila kita dalami lebih lanjut, dalam buku The Travels of Marco Polo the Venetian hal 212-213 disebutkan sebagai berikut:

…Now we will leave this subject, and I will tell you of a great act of benevolence which the grand khan performs twice a-year…

THE grand khan sends every year his commissioners to ascertain whether any of his subjects have suffered in their crops of corn from unfavourable weather, from storms of wind or violent rains, or by locusts, worms, or any other plague; and in such cases he not only refrains from exacting the usual tribute of that year, but furnishes them from his granaries with so much corn as is necessary for their subsistence, as well as for sowing their land. With this view, in times of great plenty, he causes large purchases to be made of such kinds of grain as are most serviceable to them, which is stored in granaries provided for the purpose in the several provinces, and managed with such care as to ensure its keeping for three or four years without damage.(dengan tambahan penekanan)

Berdasarkan tulisan tersebut, dapat dipastikan bahwa memang Kubilai Khan waktu itu menyalurkan kembali bahan pangan kepada rakyat yang membutuhkan. Darimana bahan pangan tersebut? tentunya dari tribute/upeti/pajak yang didapatkan dari masyarakat juga. Dengan demikian, dalam keadaan pangan berlimpah masyarakat tidak kekurangan pangan, dan dalam keadaan paceklik, masyarakat dibantu oleh pemerintah.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa pajak sudah dikenal di berbagai periode di berbagai tempat sejak zaman dahulu kala dari periode sebelum masehi sehingga sistem pemajakan pada periode pengabdian pada Kubilai Khan di abad 13 bukanlah sesuatu yang baru. Namun hal tersebut menjadi menarik mengingat pada penaklukan dunia oleh Jenghis Khan dan Kubilai Khan membutuhkan dana yang besar yang tentunya dibutuhkan pajak (atau mungkin didanai dari rampasan perang).

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s