Pahlawan Tanpa Pamrih

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah pertemuan, saya bertemu dengan seorang teman yang ternyata merupakan keturunan dari pahlawan kita Panglima Besar Jenderal Soedirman. Saya merasa senang sekali ketika mengetahui hal tersebut dan alangkah bahagianya bisa bertemu dengan keturunan pahlawan kita yang berjuang demi bangsa dan negara. Saya merasa dia juga ikut bangga atas hal tersebut walaupun hal tersebut tidak ditunjukkannya.

Saya kemudian lantas teringat dengan banyak lagi pahlawan lainnya yang tak dikenal namun pengabdian dan pengorbanannya bagi kemerdekaan bangsa juga sangat besar. Mereka rela mengorbankan segalanya tanpa mengharapkan nama mereka untuk dikenang. Andaikan saja kita bisa tahu siapa saja para pahlawan kita semua.

Saya pun lantas teringat buku biografi yang ditulis sendiri oleh Bung Hatta yang berjudul: Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

untuk-negeriku

Pada buku ketiga halaman 91-93 digambarkan secara jelas bahwa pada waktu naskah proklamasi sudah selesai dirancang, maka Bung Hatta menyampaikan sebagai berikut:

“…Kalau saudara semuanya setuju, baiklah kita semuanya yang hadir di sini menandatangani naskah Proklamasi Indonesia Merdeka ini sebagai suatu dokumen yang bersejarah. Ini penting bagi anak cucu kita. Mereka harus tahu, siapa yang ikut memproklamasikan Indonesia merdeka. Ambillah contoh kepada naskah proklamasi kemerdekaan Amerika Serikat dahulu. Semuanya yang memutuskan ikut menandatangani keputusan mereka bersama.”

Sejenak rapat diam dan tidak terdengar suatu diskusi apa pun tentang yang kuusulkan itu. Tidak lama sesudah itu Soekarni maju ke muka, menyatakan dengan suara lantang. “Bukan kita semuanya yang hadir di sini harus menandatangani naskah itu. Cukuplah dua orang saja menandatangani atas nama rakyat Indonesia, yaitu Bung Karno dan Bung Hatta.”

Ucapan itu disambut oleh seluruh yang hadir dengan tepuk tangan yang riuh dan muka yang berseri-seri. Aku merasa kecewa karena kuharapkan mereka serta menandatangani suatu dokumen yang bersejarah, yang mengandung nama mereka untuk kebanggaan anak cucu di kemudian hari. Akan tetapi, apa yang dikata?…

Saya dapat membayangkan bahwa alangkah kecewanya Bung Hatta bahwa para pahlawan yang hadir pada waktu itu di rumah Maeda yang berjumlah sekitar 40 s.d. 50 orang yang terdiri dari anggota Panitia Persiapan Kemerkekaan Indonesia, Pemimpin-pemimpin pemuda, beberapa pemimpin pergerakan, dan anggota-angota Cuo Sangi In tidak ikut menandatangani naskah proklamasi. Dengan nama mereka dicantumkan, maka mereka akan terus dikenang sepanjang sejarah.

Apabila anda pernah menonton film National Treasure (2004) yang dibintangi oleh Nicolas Cage, anda mungkin masih ingat bagaimana naskah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat sangat berharganya yang ditandatangani oleh banyak pahlawan. Tercatat ada 56 orang penandatangan yang namanya akan terus tercatat dalam sejarah Amerika Serikat.

Kembali kepada naskah proklamasi, menurut saya para pahlawan kita yang ikut dalam proses naskah proklamasi setuju dan merasa senang dengan usulan bahwa yang menandatangani cukup Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Persetujuan tersebut menunjukkan sikap tanpa pamrih para pahlawan tersebut yang berbuat semata-mata untuk kepentingan bangsa Indonesia. Walaupun nama mereka tidak tercantum dalam naskah proklamasi, namun mereka lebih berbahagia akan datangnya kemerdekaan bangsa Indonesia yang sudah lama dinanti-nantikan.

Seharusnya sikap mental para pahlawan kita tersebut ditiru oleh generasi muda kita. Nilai-nilai pengabdian, nasionalisme, dan pengorbanan seharusnya lebih diutamakan daripada pragmatisme hidup dalam budaya konsumerisme dan hedonisme.

Saya hanya bisa berdo’a kepada Allah bahwa pengorbanan tanpa pamrih yang diberikan oleh para pahlawan kita baik yang sudah dikenal maupun yang tidak, akan selalu dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amien YRA.

*Tulisan ini untuk memperingati hari pahlawan tanggal 10 November 2016

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s