The Accountant (and Tax)

the_accountan

 

Profesi akuntan tidak akan jauh dari audit dan pajak. Dalam film The Accountant (2016), hal tersebut tergambar jelas bagaimana peran akuntan dalam bidang tersebut. Tulisan ini akan membahas tema terkait dengan pajak yang disinggung dalam film tersebut.

Ada satu hal yang menarik pada awal film dimana sosok sang Akuntan, Christian Wolff (Ben Afleck), digambarkan sedang memberikan jasa kepada sepasang suami istri yang mempunyai usaha peternakan. Dalam  percakapan tersebut, sang istri peternak mengatakan dengan wajah sayu bahwa dia akan membayar pajak terutang dengan menggunakan kartu kreditnya.

Dengan tatapan dingin Wolff, sang akuntan, memperhatikan kalung yang dipakai oleh istri peternak tersebut. Dia lalu menanyakan apakah kalung tersebut sudah pernah dia jual. Sang istri menjawab bahwa dia pernah menjualnya kepada beberapa orang, namun hanya sesekali. Lalu sang akuntan menanyakan tentang dimana dia membuat kalung tersebut, dan dijawab bahwa kalung tersebut dibuat sendiri di rumah. Lalu sang akuntan menyatakan bahwa berarti ada tempat yang digunakan sebagai usaha. Kemudian sang akuntan menanyakan lebih lanjut tentang berapa ukuran tempat usaha tersebut, dan selanjutnya dijawab oleh sang suami dengan ukuran yang sebenarnya. Tak hanya sampai disitu, sang akuntan juga menanyakan kendaraan apa yang digunakan oleh sang istri untuk mengantarkan kalung tersebut, dan didapatlah jawaban bahwa menggunakan truk. Sang akuntan kemudian menyatakan bahwa truk itu adalah truk yang digunakan untuk usaha pembuatan dan penjualan kalung.

Pada akhirnya, sepasang suami istri tersebut dengan wajah berseri-seri diantarkan oleh sang akuntan menuju mobilnya. Mereka dengan wajah senang menawarkan agar sang akuntan dapat mampir ke tempat mereka.

Apa yang membuat suami istri tersebut menjadi (tampak) senang? Apabila kita memperhatikan percakapan antara mereka dengan sang akuntan, maka dapat disimpulkan bahwa kewajiban pajak mereka berkurang karena (sepertinya) akan timbul pengeluaran atas tempat usaha (ruangan yang digunakan), pengeluaran atas transportasi (truk) yang tampaknya tidak akan bisa ditutupi dengan penghasilan dari penjualan kalung tersebut. Dengan demikian, atas usaha rumahan pembuatan (manufaktur) kalung akan timbul rugi yang (mungkin) mengurangi beban pajaknya di Amerika sehingga tidak perlu menggunakan kartu kreditnya (mengutang) untuk membayar pajak.

Hal kedua yang menarik terkait film ini adalah ketika Ray King (J.K. Simmons), dengan pekerjaan di Treasury Department’s Crime Enforcement Division, duduk di sofa dengan meletakkan kaki diatas meja di rumah sang akuntan yang sedang dilakukan penggeledahan. Tiba-tiba terdengar dering telepon yang berasal dari pihak sang akuntan yang meminta kepada Marybeth Medina (Cynthia Addai-Robinson) agar mengingatkan Ray King dengan menyebutnya sebagai Elliot Ness agar tidak berbuat seenaknya di rumah orang. Elliot Ness sebagaimana kita ketahui (mungkin lebih populer di Amerika) adalah pegawai dari Treasury Department di Amerika yang akhirnya bisa menangkap dan memenjarakan Al Capone dengan delik pengelakan pajak.

Sebenarnya banyak hal selain pajak yang bisa dibahas dari film tersebut misalnya tentang autisme yang sangat menyentuh hati atau audit forensik, namun hal itu tidak bisa dibahas disini.

 

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s