Star Wars dan Pajak

Star Wars Pajak

Pajak ada dimana-mana, ya begitulah adanya. Bukan hanya didunia nyata, diduna fantasi film sci-fiction kita juga bisa melihatnya. Dalam prekuel Star Wars Episode I – The Phantom Menace pajak menjadi bahasan yang sangat utama sehingga film diawali dengan prolog dengan tulisan sebagai berikut:

Turmoil has engulfed the Galactic Republic. The taxation of trade routes to outlying star systems is in dispute.

Hoping to resolve the matter with a blockade of deadly battleships, the greedy Trade Federation has stopped all shipping to the small planet of Naboo.

While the congress of the Republic endlessly debates this alarming chain of events, the Supreme Chancellor has secretly dispatched two Jedi Knights, the guardians of peace and justice in the galaxy, to settle the conflict…” (dengan penambahan penekanan)

Bagi anda penikmat film-film Star Wars dan pernah menonton episode ini serta dua episode berikutnya dalam trilogi prekuel Star Wars, tentunya anda mengerti jalan ceritanya. Bagaimana dengan alasan Pajak, dimulailah era kegelapan dengan penciptaan konflik yang bertujuan untuk menjatuhkan Galactic Republic sehingga akhirnya para ksatria Jedi dimusnahkan dan Kerajaan Galaktik dimunculkan dengan Darth Sidious yang menjadi aktor dibalik layar dan sekaligus akhirnya menjadi raja.

Saya tidak ingin membahas tentang cerita Star Wars karena saya asumsikan anda sudah menontonya. Yang ingin saya bahas adalah sesuatu yang menarik yaitu sistem perpajakan yang diciptakan dalam cerita Star Wars yang melingkupi galaxy yang nun jauh disana.

Sistem Perpajakan

Pada bahasan di laman StarWars Wikia tentang sistem ekonomi galaksi, terdapat gambaran sistem pajak sebagai berikut:

Under Republic law, all wage-earning beings were required to pay income tax. This tax was collected by the Republic Tax Collection Agency. When the Trade Federation complained about piracy in the outlying star systems, the Republic Senate passed a tariff on those formerly free trade zones. This action justifiably upset the Trade Federation Viceroy, prompting him to blockade and invade the small planet of Naboo. Right before the Clone Wars, a fifteen percent transit tax was levied on all tickets sold in an effort to raise emergency funds for the government. After the Galactic Republic changed to the Galactic Empire, tax laws were consolidated into the Imperial Revenue Codes and placed under control of the Imperial Taxation Bureau.

Dari bahasan tersebut, dapat diikhtisarkan sistem perpajakannya dalam tabel dibawah ini:

No Keterangan Galactic Republic Galactic Empire
1 Landasan Hukum Republic Law Imperial Revenue Code
2 Otoritas Pajak the Republic Tax Collection Agency the Imperial Taxation Bureau
3 Objek Pajak Wage (Gaji), Trade Route (rute perdagangan), Transit Tax Sama dengan Republic

Menjadi sangat menarik untuk dibahas adalah alasan mengapa Trade Federation memblokade planet Naboo. Sharma mengutip Luceno dalam novel Darth Plageuis bahwa planet Naboo kaya plasma dan mempunyai pertambangan dan fasilitas penyulingan. Trade Federation membeli plasma dari planet Naboo dan kemudian menjualnya. Karena Naboo berada di lingkaran luar galaksi maka pajak atas rute perdagangan akan semakin menekan laba Trade Federation. Dengan demikian, Trade Federation mempunyai alasan untuk memblokade Naboo walaupun sebenarnya dibalik layar mereka memaksa sang Ratu Padme Armidala untuk menandatangani penyerahan kedaulatan kepada Trade Federation sehingga pada akhirnya Naboo akan menjadi milik mereka.

Dalam kasus Naboo ini, pajak hanyalah dijadikan sebagai alat untuk melegitimasi sebuah tindakan pembangkangan dan tindakan pengkhianatan. Padahal diluar itu, terdapat motif lainnya yang bisa jadi tidak diketahui oleh pihak lain dalam hal ini Galactic Republic. Pajak hanyalah dijadikan semacam kambing hitam dipolitisasi oleh Trade Federation yang ditunggangi oleh Senator Palpatine (yang ternyata adalah Darth Vidious).

Mengapa Pajak itu Penting?

Beranjak keluar dari kasus Naboo, kita perlu membahas mengenai pentingnya peranan pajak dalam sistem galaksi di dunia Star Wars mengingat suatu peradaban tak dapat dipungkiri lagi membutuhkan dana untuk mencapai kesejahteraan, memeliharanya dan meraih kemajuan demi kemajuan tak terkecuali di dunia imajinasi.

Dalam serial Star Wars, dapat dibayangkan bagaimana Galactic Republic membutuhkan dana yang sangat besar untuk membangun planet Coruscant menjadi suatu planet kosmopolitan yang begitu maju, dengan gedung-gedung pencakar langit dan mobil-mobil terbang nan padat. Di pihak lain yaitu Galactic Empire, kita bisa melihat kebutuhan dana yang besar untuk membangun pangkalan militer Death Star yang kemudian hancur oleh serangan dan kemudian dibangun ulang. Selain itu, dibutuhkan dana besar untuk operasional Imperial Navy dengan banyak kapal perangnya.

Tanpa adanya pajak dan pemerintahan yang solid, bisa diibaratkan dengan planet Tattoine, planet tanpa hukum yang berlaku yang berada jauh dari diluar galaksi yang menjadi kota terbelakang dengan banyak penghuninya yang merupakan penjahat.

Gambaran kisah Star Wars ini patut dijadikan bahan renungan karena ketika dunia menjadi semakin maju pun, pajak masih akan tetap dibutuhkan.

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s