Pengelakan Pajak dan Penghindaran Pajak – sebuah perbedaan

Anda mungkin seringkali mendengar istilah pengelakan pajak ataupun penghindaran pajak. Namun, tahukah apa artinya? Apakah istilah tersebut merujuk pada hal yang berbeda? Kali ini kita akan membahas kedua istilah tersebut.

Beberapa hari ini beredar berita bagaimana model cantik dari negara Israel yaitu Bar Refaeli dan ibunya ditangkap karena tindakan pengelakan pajak.  Modus yang dilakukannya dilakukannya adalah dengan tinggal di apartemen yang disewa oleh keluarganya sehingga dia tidak dianggap sebagai subjek pajak dan kemudian tidak melaporkan penghasilan yang dia dapatkan dari luar negeri.

Selanjutnya, Anda semua mungkin jarang yang tidak mengenal Messi, seorang pemain sepakbola yang digadang-gadang setara dengan Maradona dan selalu bersaing dengan Cristiano Ronaldo. Lupakan sejenak tentang sepakbola, anda mungkin pernah membaca berita bagaimana Messi diinvestigasi oleh otoritas pajak negara matador Spanyol karena dugaan penggelapan pajak dengan mengalihkan penghasilannya berupa hak atas gambar/foto melalui SPV/E (Special Purpose Vehicle/Entity) di Belize dan Uruguay. Akhirnya Messi pun membayar sejumlah pajak dan sanksinya sebesar 5 juta Euro agar tidak masuk ke dalam hotel prodeo.

Selain kedua kasus diatas, masih banyak kasus-kasus lainnya terkait pengelakan pajak di luar negeri. Sebagai contoh, pada bulan November 2015 lalu juga terdengar berita bahwa empat orang partner dari kantor akuntan KPMG di Belfast, Irlandia ditangkap karena dugaan pengelakan pajak.

Anda pernah mendengar tentang faktur pajak fiktif dan betapa dalam sidang di Pengadilan Negeri akhirnya orang yang disebut sebagai tersangka divonis bersalah dan harus di penjara?.

Anda mungkin pernah mendengar tentang kasus pajak Asian Agri yang pada akhirnya terdapat beberapa orang yang dihukum penjara.

Anda pernah mendengar tentang pengadilan pajak? Di Indonesia ada sidang pengadilan pajak di beberapa kota yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya.  Dalam sidang pengadilan ini diputuskan apakah Wajib Pajak yang telah diperiksa pajaknya diharuskan membayar pajak beserta sanksinya ataukah tidak atau malah pajaknya berkurang.

Nah, setelah bahasan tadi, dapatkah anda menyimpulkan mana yang pengelakan pajak dan mana yang merupakan penghindaran pajak? Kalau belum, mungkin karena contoh-contoh yang saya munculkan adalah contoh pengelakan pajak.

Penghindaran pajak, dalam bahasa inggris disebut ‘tax avoidance‘, diidentikkan dengan suatu cara, tindakan yang kadangkala melibatkan skema yang dibuat untuk mengurangi bahkan menghindari pajak yang dibayar, namun dengan tidak melanggar hukum. Para ahli sering menyebut bahwa para pihak yang melakukan ini memanfaatkan celah hukum atau ‘loophole‘ yang belum diatur undang-undang sehingga dikategorikan tidak melanggar. Apa contohnya penghindaran pajak yang tidak melanggar hukum? Anda mungkin bisa ke toko buku dan menemukan bahwa dalam 2 (dua) tahun ini terdapat banyak sekali penulis yang menerbitkan buktu tentang manajemen perpajakan ataupun perencanaan pajak.

Beranjak pada istilah kedua, pengelakan pajak, dalam bahasa inggris disebut ‘tax evasion‘ adalah tindakan dalam rangka mengurangi atau bahkan tidak membayar pajak dengan cara melawan hukum. Pengelakan ini dilakukan dengan cara misalnya tidak melaporkan objek pajak yang sebenarnya.

Apa yang membedakan antara penghindaran pajak dengan pengelakan pajak? Saya lebih menyukai untuk menjawab bahwa perbedaannya adalah apakah itu melanggar hukum atau tidak.

Sejumlah pertanyaan mungkin sudah mengantri di benak anda misalnya apa beda pengelakan pajak dengan perencanaan pajak atau tax planning? Jawab saya adalah perencanaan pajak adalah bagian dari penghindaran pajak. Mungkin ada yang tidak sependapat, hal tersebut tidak masalah karena memang pendapat bisa berbeda-beda.

Dalam berhubungan dengan istilah diatas, dan tentunya dunia nyata, anda harus berhati-hati dengan penghindaran pajak karena batas yang sangat tipis dengan pengelakan pajak sehingga ada ahli yang berpendapat bahwa penghindaran pajak itu ada yang ‘acceptable’ alias bisa diterima dan ada yang ‘unacceptable‘ alias melanggar hukum yang ancamannya tentu saja pidana penjara.

Nah, sekarang sudah jelas kan…
kalau belum, silakan beri komentar…

4 Comments

Filed under Belajar, Pajak Internasional, PPh

4 responses to “Pengelakan Pajak dan Penghindaran Pajak – sebuah perbedaan

  1. raharja

    “Apa yang membedakan antara penghindaran pajak dengan penghindaran pajak?” (paragraf 11).. saya rasa ga ada bedanya..🙂

    Like

  2. Pingback: Al Capone dan Pajak | Ramzil Huda's Weblog

  3. Pingback: Al Capone dan Pajak | Ramzil Huda's Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s