Resensi Buku Confessions of a Tax Collector: One Man’s Tour of Duty Inside the IRS

The Confession of a Tax Collector

Judul : Confessions of a Tax Collector: One Man’s Tour of Duty Inside the IRS
Pengarang : Richard Yancey
Penerbit : HarperCollinsPublishers
Tahun : 2004
Edisi : Pertama

Setelah sebelumnya kita membahas resensi buku “Saksi Kunci” yang merupakan kisah non-fiksi atas kejadian terkait pajak dalam negeri, sekarang kita akan membahas mengenai buku tentang kisah kehidupan pegawai Internal Revenue Services (IRS) yang merupakan kantor pajak di Amerika Serikat (AS).

Buku ini merupakan karangan Richard Yancey (“Yancey”) yang sebelumnya merupakan karyawan IRS dengan jabatan Revenue Officer (RO). Setelah selama sepuluh tahun berkarya di IRS, Yancey akhirnya mengundurkan diri dan menulis buku ini yang merupakan confession (pengakuan) atas pengalamannya selama berada di IRS.

Buku ini ditulis dalam dua bagian yaitu bagian pertama berupa kisahnya selama menjadi Trainee yang merupakan karyawan percobaan sebelum diterima masuk menjadi bagian IRS. Yancey dan empat orang temannya yang mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda harus menjalani masa on the job training selama setahun. Apabila penilaian atas kinerja mereka memuaskan, maka mereka akan diterima, sementara apabila tidak, mereka akan ditolak.

Bagian kedua buku ini merupakan kisahnya setelah menjadi karyawan IRS. Bagian kedua lebih banyak bercerita tentang klimaks konflik dengan wajib pajak, dengan pemrotes dan intrik dengan karyawan lain dan manajemen.

Mulai dari bagian pertama, Yancey melihat iklan lowongan pekerjaan yang tidak menyebutkan apa pekerjaan dan pada siapa pemohon akan bekerja, akan tetapi hanya menyebutkan jumlah remunerasi yang sangat besar dan mensyaratkan pendaftar untuk mempunyai IPK 3.5 ke atas. Yancey, lulusan sarjana sastra ingris yang sedang kesulitan keuangan, tertarik atas iklat tersebut dan memutuskan untuk mendaftar. Ternyata lowongan tersebut adalah untuk menjadi karyawan IRS bagian collection yaitu bagian penagihan pajak. Pada awalnya ia ragu-ragu untuk mendaftar, akan tetapi kondisinya membuat tidak ada pilihan lain selain untuk mendaftar.

Selama menjadi karyawan percobaan, Yancey diajari untuk menggunakan sistem administrasi perpajakan IRS dan menggunakan kewenangan sebagai collector (juru sita pajak). Mereka berwenang untuk memanggil Wajib Pajak (WP), mendatangi tempat WP untuk menanyakan dan meminta bukti terkait penurunan setoran pajak, memblokir rekening WP, melakukan sita atas harta WP. Yancey merupakan seorang karyawan yang berbakat dengan statistik pemblokiran dan penyitaan yang tinggi baik selama menjadi karyawan percobaan maupun selama menjadi karyawan penuh.

Buku ini bercerita bagaimana Yancey karena tugas-tugas yang dilakukannya bertransformasi menjadi seorang yang percaya diri, dinamis yang sangat berbeda dengan dia dahulunya. Ia juga bercerita mengenai konflik-konflik dalam dirinya berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukannya yaitu konflik bagaimana menjadi seorang yang humanis dikaitkan dengan pekerjaannya yang berhadapan dengan WP yang bermasalah. Ia berhadapan dengan berbagai macam WP dengan ragam jenis usaha dan juga bermacam latar belakang. Buku ini menyajikan secara menarik dan menegangkan bagaimana usaha Yancey untuk tetap melaksanakan tugasnya dengan baik walaupun berhadapan dengan orang yang tidak suka dengan IRS baik itu WP, keluarga WP maupun kelompok pemrotes.

Selain konflik pikiran diri sendiri dan konfrontasi dengan WP, buku ini juga menceritakan intrik-intrik yang terjadi antara Yancey dan teman-teman ROnya dengan manajemen. Permainan politik yang terjadi dalam kantor pun tidak luput dari kajian buku ini.

Buku ini menyajikan secara lengkap sekali dinamika yang terjadi dalam kisah lengkap seorang RO di IRS mulai dari proses perekrutan, pelatihan, penugasan, maupun kisah-kisah yang terjadi dalam kantor. Oleh karena itu, pembaca buku ini akan dengan mudah membayangkan kondisi yang terjadi di dalam lingkup pekerjaan seorang RO. Konflik, intrik, dan politik yang diceritakan menggambarkan kondisi bahwa seorang RO adalah juga merupakan manusia biasa walaupun terkadang pekerjaan mengubah garis besar dan pola hidup seseorang.

Karena IRS merupakan kantor pajak AS yang ketentuan hukumnya berbeda dengan Indonesia, maka tentunya tidak semuanya dapat diperbandingkan. Tambahan lagi budaya dan norma sosial yang berlaku di AS juga berbeda dengan di Indonesia menjadikan beberapa cerita yang ada dalam buku ini kurang sesuai dengan budaya kita. Akan tetapi, apabila dinikmati sebagai sebuah cerita terkait dengan perpajakan dan penegakan hukum, maka buku ini sangat layak untuk dibaca.

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s