Perpustakaan, sekarang dan nanti

Sewaktu saya melewati Jogja Expo Center, saya melihat gedung perpustakaan propinsi yang sudah hampir jadi. Saya teringat maket perpustakaan yang saya lihat beberapa tahun lalu. Pikiran saya menerawang mengingat perpustakaan yang pernah saya kunjungi dan saya menjadi anggotanya. Harapan saya menjadi besar bahwa perpustakaan ini akan bisa menarik pengunjung baik untuk meminjam buku maupun untuk belajar disana.

Saya juga masih ingat beberapa tahun lalu seorang mahasiswa bertanya kepada saya tentang dimana tempat mendapatkan buku-buku untuk menunjang riset yang dia lakukan dalam bidang perpajakan. Saya tidak bisa menjawab dengan memuaskan karena memang sepengetahuan saya tidak ada perpustakaan yang mempunyai koleksi lengkap tentang perpajakan bahkan perpustakaan universitas. Toko buku juga tidak bisa saya rekomendasikan karena buku terkait perpajakan sangat minim di tulis dan diterbitkan.

Tulisan ini akan membahas perpustakaan di kota saya dan Melbourne, kota kedua saya.

Perpustakaan di kota saya

Sepuluh tahun lalu saya datang ke kota ini. Dengan predikat sebagai kota pelajar, tentunya kondisi di sini harusnya sesuai dengan predikat yang disandangnya. Saya pertama kali datang ke perpustakaan propinsi dan mendaftar sebagai anggota. Dengan harus mencari syarat berupa rekomendasi dari kantor membuat beberapa orang mungkin membatalkan niatnya untuk mendaftar. Akan tetapi saya tetap berusaha untuk memenuhi persyaratan tersebut dan mendaftar menjadi anggota. Menurut pemahaman saya waktu itu, perpustakaan ini mempunyai banyak sekali koleksi buku. Akan tetapi, saya tidak bisa mendapatkan buku yang sesuai dengan bidang saya. Selain itu peminjaman buku yang dibatasi hanya beberapa buku dalam jangka waktu seminggu membuat saya tak sempat menyelesaikan buku yang saya pinjam.

Beberapa tahun kemudian, saya menyempatkan diri untuk mendatangi perpustakaan propinsi yang dikhususkan dengan koleksi untuk anak-anak. Cukup banyak koleksi buku anak-anak disini. Kesan saya waktu itu, disini tidak tersedia tempat yang cukup nyaman untuk anak-anak membaca disamping koleksi yang agak terbatas. Harapan saya gedung perpustakaan yang baru bisa mengakomodir hal ini.

Selanjutnya, saya mendaftar di perpustakaan kota. Disini, perpustakaan mempunyai beberapa lantai. Saya cukup nyaman berada disini. Koleksi buku yang tersedia mungkin sudah memadai tetapi menurut saya harusnya bisa ditambah koleksinya.

Perpustakaan di Melbourne

Sebagai mahasiswa, tentunya saya mendapatkan akses sebagai anggota perpustakaan. Berikut adalah fasilitas menarik yang bisa saya dapatkan :

1. Dengan kartu mahasiswa, saya bisa meminjam buku yang berada baik di fakultas saya sendiri maupun di fakultas lain di universitas.

2. Jumlah buku yang dipinjam dalam satu waktu bisa 100 judul.

3. Lama peminjaman 1 bulan dan dapat diperpanjang 4x (berarti total peminjaman 5 bulan)

4. Apabila judul buku tidak tersedia di perpustakaan universitas, maka bisa dipesan untuk dipinjam dari perpustakaan lain dari universitas lain.

5. Kita bisa menyarankan judul buku untuk dipesan oleh perpustakaan apabila judul tersebut tidak tersedia.

Saya mendaftar di perpustakaan di suburb Coburg. Sangat mudah sekali dan langsung jadi. Yang dibutuhkan untuk pendaftaran hanya bukti alamat kita. Di tempat ini terdapat banyak sekali koleksi buku-buku yang menarik. Fasilitas peminjaman berupa lama dan jumlah peminjaman kurang lebih sama dengan universitas. Di perpustakaan juga tersedia koleksi DVD film dan musik yang bisa dipinjam selama seminggu. Satu pengalaman yang menarik yang di alami oleh seorang teman adalah sewaktu meminjam sekitar tiga buku, petugas perpustakaan menyarankan untuk menambah peminjaman buku karena jumlah tersebut terlalu sedikit.

Saya juga mendaftar perpustakaan kota secara online. Sewaktu ada waktu senggang, saya mendatangi perpustakaan untuk mengambil kartu anggota dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Di sini terdapat banyak sekali buku-buku dan majalah yang bisa dipinjam dengan bermacam pilihan bahasa. Terdapat juga beberapa rak yang berisi buku dan majalah dalam bahasa indonesia.

Saya mendaftar perpustakaan state/propinsi Victoria secara online dan mendapatkan kartu anggota dikirimkan lewat pos ke alamat saya. Perpustakaan ini mempunyai koleksi yang lengkap sekali. Dengan beberapa tingkat dan ruang-ruang yang banyak dengan meja-meja, sofa, kursi dan komputer yang tersedia membuat pengunjung betah seharian berada disini.

Simpulan

Perpustakaan adalah tempat untuk memperdalam ilmu baik dari membaca maupun berdiskusi. Tentunya agar orang bisa membaca dengan nyaman, tersedia meja baca yang cukup dan nyaman dengan suara yang minimal dan tidak berisik. Seringkali, pengunjung membawa buku sendiri ke perpustakaan untuk mendapatkan suasana yang mendukung. Disamping itu tentunya harus tersedia juga koleksi bahan bacaan yang lengkap agar pengunjung termotivasi untuk mendatangi perpustakaan.

Seringkali juga, pengunjung ingin berdiskusi di perpustakaan. Dengan adanya ruangan untuk berdiskusi dilengkapi dengan whiteboard tentunya akan mendukung proses pembelajaran.

Dengan adanya fasilitas yang baik dan nyaman saya membayangkan perpustakaan di Indonesia akan dipenuhi dengan banyak pengunjung yang ingin belajar, sama seperti yang saya dapati di Melbourne. Mendapati diperpustakaan banyak sekali orang yang semangat belajar, akan memotivasi pengunjung lain untuk serius belajar. Dengan efek multiplier seperti ini, maka tentunya ilmu pengetahuan akan berkembang dan berimplikasi kepada kemajuan bangsa kita.

Yogyakarta, suatu sore saat liburan semester 14 Juni 2013.

Leave a comment

Filed under Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s