Sistem Pajak di Australia

Mengenali sistem perpajakan yang berlaku di negara lain akan sangat membantu pemahaman kita akan sistem perpajakan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, hal ini akan sangat bermanfaat sekali apabila kita ingin mendalami pajak dalam konteks internasional. Pembandingan yang dilakukan dengan lengkap dan mendalam akan suatu sistem pajak di satu negara akan menguatkan pemahaman akan adanya suatu sistem terintegrasi yang melingkupi tidak hanya sistem perpajakan, tetapi juga mencakup ekonomi dan hukum. Tulisan ini diperuntukkan sebagai pengantar untuk memahami sistem perpajakan yang berlaku di Australia pada saat tulisan ini dibuat dengan sedikit pembahasan atas beberapa perbedaan dengan sistem perpajakan di Indonesia.

Sistem Pemerintahan
Australia menganut sistem pemerintahan Federal dengan adanya Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian (State). Terdapat juga pemerintah lokal (Local) sebagai bagian dari negara bagian.

Sistem Hukum
Australia merupakan negara “common law” dimana terdapat dua sumber hukum yaitu Undang-Undang dan putusan hakim. Putusan hakim menjadi precedent (dasar) untuk putusan-putusan selanjutnya. Undang-undang (Act) berlaku untuk suatu aturan tertentu yang kemudian putusan hakim yang menjadi dasar utama apabila ada hal-hal tertentu yang tidak diatur oleh undang-undang.

Jenis Pajak
Berdasarkan wewenang pemungutan, terdapat jenis-jenis pajak :
a. Pajak Federal :
a.1 Income Tax (Pajak Penghasilan)
Fringe Benefits Tax (Pajak atas Natura dan Kenikmatan), Capital Gain Tax (Pajak atas Capital Gain), Resource Rent (Petroleum -PRRT dan Mineral – MRRT)
a.2 Consumption Tax :
– Good and Service Tax – GST (PPN)
– Excise : Fuel (BBM), Tobacco (rokok), Alcohol, dll
– Custom (Bea)
a.3. Superannuation

b. Pajak Negara Bagian :
b.1 Stamp Duty Tax (semacam BPHTB), Land Tax, Land Rates
Payroll Tax (Pajak atas gaji)
b.2 Consumption Tax :
– Insurance
– Vehicle
– Gambling, dll.

c. Pajak Lokal : Municipal/Property Rate

Tarif Pajak – PPh
PPh Badan dikenai tarif flat 30%, sementara PPh Orang Pribadi dikenai tarif progresif dengan maksimal 45%. Selain tarif diatas, diterapkan juga pajak tambahan berupa ‘Medicare Levy’ sebesar 1,5% (2% mulai Juli 2014). Australia menerapkan metode imputasi penuh atas dividen, dimana atas dividen yang didistribusikan oleh perusahaan terdapat kredit (‘franking dividend’) yang bisa dikreditkan oleh penerima dividen.

Tahun Pajak dan SPT.
Tahun pajak dimulai dari 1 Juli dan berakhir 30 Juni tahun berikutnya. Masa penyampaian SPT paling lambat 31 Oktober.

Undang – Undang Pajak – PPh
Pajak Penghasilan di atur dalam Undang – Undang sebagai berikut :
1. Income Tax Assessment Act 1936 (ITAA 1936)
2. Income Tax Assessment Act 1997 (ITAA 1997)
3. Income Tax Rates Act 1986
4. Taxation Administration Act 1953
5. Fringe Benefits Tax Act 1986

Kebijakan Pajak
Australia telah menyusun dan menerbitkan Australia’s Future Tax System Review (AFTSR) yang lebih dikenal dengan nama Henry Tax Review. Review ini menjadi panduan untuk reformasi sistem perpajakan di Australia untuk masa depan. Kebijakan-kebijakan yang disarankan dan argumentasi-argumentasinya bisa dilihat di sini.

Bahasan
Berbeda dengan Indonesia yang mengenakan pajak atas seluruh katagori penghasilan yang merupakan tambahan kemampuan ekonomis, di Australia terdapat pembedaan antara penghasilan yang berupa ‘ordinary income’ dan ‘judicial income’. Penghasilan atas ‘capital gain’ diperlakukan berbeda walaupun masih dalam kerangka yang sama dalam pajak penghasilan.

Fringe Benefits Tax (FBT) di Australia dikenai terhadap pembayaran ‘benefit in kind’ atau natura dan atau kenikmatan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan. Pajak atas penghasilan ini dibayar oleh perusahaan pemberi. Sementara di Indonesia, pemberian benefit jenis ini tidak boleh dibiayakan sesuai pasal 9 ayat 1 huruf e Undang-Undang No 36 Tahun 2008 dengan pengecualian atas pemberikan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai, di daerah terpencil dan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Sehingga apabila tidak bisa dibiayakan, maka sebenarnya perusahaan menanggung pajaknya berupa kenaikan penghasilan kena pajak dan berimplikasi pada besaran jumlah pajak perusahaan.

GST(PPN) di Australia sebenarnya merupakan pajak negara bagian. Akan tetapi, pemerintah federal yang memungut pajak ini dan kemudian mendistribusikan seluruhnya kepada pemerintah negara bagian. Sementara di Indonesia, wewenang atas pajak konsumsi dibagi kepada antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah berwenang atas pemungutan pajak hotel dan restoran serta pajak atas catering. Dilain pihak, pemerintah pusat berwenang memungut PPN.

Payroll Tax merupakan pajak atas gaji dan semacamnya yang dibayarkan oleh perusahaan kepada perusahaan. Apabila sudah mencapai nominal tertentu, maka perusahaan harus membayar pajak ini. Perlu dibedakan dengan pajak penghasilan, payroll tax ini dikenai terhadap perusahaan. Karena tingginya batas bawah untuk tidak kena pajak ini, maka hanya sedikit sekali pemberi kerja yang dikenai pajak atas payroll ini. Sementara itu, Indonesia tidak mengenal adanya payroll tax dengan mekanisme seperti ini.

Simpulan
Terdapat perbedaan jenis pajak dan perlakuan atas pajak tertentu yang berlaku di Australia apabila dibandingkan dengan Indonesia.

Sumber :
1. Undang – Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
2. Australia’s Future Tax System Review (AFTSR).
3. Graeme S Cooper, Richard Krever, Phillip Burgess, Richard J Vann and Miranda Stewart, Income Taxation, Commentary and Materials (Thomson Reuters, 7th ed, 2012).
4. http://www.ato.gov.au

Disclaimer : Ini hanya pendapat pribadi penulis. Tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan penulis.

Leave a comment

Filed under Pajak Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s