PPh Pasal 21 dan PPN

Didalam konteks perpajakan kita familiar dengan suatu pemikiran bahwa apabila suatu objek dipotong/dipungut PPh, dilain pihak objek tersebut akan menjadi objek PPN. Sebagai contoh kalau kita membayar sewa mobil kepada rental mobil(PKP) senilai 1 juta rupiah, maka kita berkewajiban untuk memotong PPh Pasal 23 sebesar 2% yaitu Rp. 20.000,- akan tetapi dilain pihak, rental mobil berkewajiban untuk memungut PPN, sehingga kita harus membayar PPN ke rental senilai Rp. 100.000,- sehingga total pembayaran kita ke rental adalah Rp. 1.080.000,- dan kita juga menyetor PPh 23 ke kas negara sebesar Rp. 20.000,- sehingga disini ada 2 jenis pajak yang harus dipotong/dipungut yaitu PPh 23 dan PPN. Contoh lain adalah ketika kita mengimpor barang, kita diharuskan menyetor PPh 22 dan PPN impor sekaligus saat impor dilakukan. Sehingga hal tersebut bisa kita ungkapkan bahwa PPN dan PPh seperti dua sisi mata uang yang hampir selalu ada ketika transaksi dilakukan dan saling melengkapi.

Namun permasalahan terjadi ketika itu berkaitan dengan PPh Pasal 21. Dapatkah Objek PPh 21 juga merupakan objek PPN?. Sebagai contoh seorang makelar (orang pribadi) menerima fee dari pihak lain dan telah dipotong PPh 21, apakah makelar ini wajib PKP dan memungut PPN bila peredarannya telah melebihi batas PKP?

Untuk menjawab hal ini kita perlu melihat definisi awal dan karakteristik dari 2 jenis pajak yang bersangkutan.

    PPN merupakan pajak atas nilai tambah atas penyerahan/konsumsi BKP/JKP di dalam daerah pabean. Untuk dikenakan PPN sesuatu itu haruslah BKP/JKP yg tidak ada dalam negative list PPN.
    PPh Pasal 21 merupakan pajak yang dipotong atas penghasilan orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan.

Seorang dokter yang praktek di rumah sakit atau di klinik misalnya dipotong PPh 21 atas jasa yang dia berikan akan tetapi jasa tersebut tidak dikenakan PPN karena jasa dibidang medis sesuai UU PPN tidak merupakan objek. Kembali ke makelar, di peraturan terkait pemotongan PPh 21 makelar termasuk klasifikasi bukan pegawai yang menerima penghasilan atas jasa yang diberikannya berupa mempertemukan antara penjual dan pembeli. Tentunya atas imbalan jasanya wajib dipotong PPh 21, tetapi apakah makelar harus memungut PPN atas jasa yang dia berikan? Pertanyaannya apakah jasa yang diberikan makelar adalah jasa tenaga kerja yang masuk negative list PPN? Sesuai penjelasan UU PPN No. 42 tahun 2009 pasal 4 ayat 3 huruf k bahwa jasa tenaga kerja terdiri atas tiga poin yaitu jasa tenaga kerja, jasa penyedia tenaga kerja, dan jasa pelatihan tenaga kerja. Setelah diperhatikan tentunya jasa makelar bukan termasuk jasa tenaga kerja karena imbalan yang dia terima bukan karena dia bekerja, tetapi karena dia memberikan jasa yg jasanya tersebut tidak ada di negative list sehingga seharusnya atas jasa tersebut harus dipungut PPN. Tambahan lagi kalau kita mengacu pada definisi PPh 21 tidak menyebutkan bahwa PPh 21 hanya dipotong atas penghasilan yang berhubungan dengan tenaga kerja, akan tetapi juga berupajasa, dan kegiatan.

Berdasarkan atas penjelasan diatas, penulis berkesimpulan bahwa pemungutan PPN atas jasa yang merupakan Objek 21 tetaplah harus dilakukan sepanjang objek tersebut tidak tercantum dalam negative list PPN.

Referensi :
– UU No. 42 Tahun 2009
– PER 31/PJ./2009 jo PER 57/PJ./2009

NB: Ini adalah pendapat pribadi penulis. Pengenaan yang sebenarnya harus dikembalikan lagi dengan peraturan yang berlaku.

1 Comment

Filed under PPh PotPut, PPN

One response to “PPh Pasal 21 dan PPN

  1. dora

    la terus apakah atas gaji atau honor yang diterima karyawan juga dipungut PPN? kan tidak ada juga tuh di negative list PPN

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s