Penyetahunan Penghitungan PPh Pasal 21 ( seri 2 – Tamat)

Selain penyetahunan yang kita bahas dalam artikel sebelumnya, ada lagi hal yang perlu diperhatikan dalam penyetahunan yang dilakukan dalam penghitungan PPh Pasal 21 yaitu dalam hal karyawan pindah kerja dan pindah cabang. Untuk karyawan pindah tempat kerja, penghitungannya ketika karyawan pindah tidak disetahunkan baik di tempat kerja lama maupun ditempat kerja baru. Sementara untuk karyawan pindah cabang tetapi masih dalam perusahaan yang sama, maka penghitungannya ketika pindah baik di cabang lama maupun dicabang baru harus disetahunkan.

1. Karyawan Pindah Kerja
Dalam penghitungan pph pasal 21 karyawan pindah kerja, untuk perusahaan lama dan perusahaan baru penghitungannya tidak disetahunkan. Saat pada bulan karyawan pindah, perusahaan lama harus menghitung lagi total PPh 21 terutang selama dia bekerja ditempat tersebut dan berapa yang sudah dipotong. Kalau ada kelebihan potong dikembalikan ke karyawan, kalau ada kekurangan dipotong dari gaji terakhir karyawan.

Berikut adalah contoh penghitungannya. Anto, status TK/- adalah karyawan PT. Haidar, pada tanggal 1 April 2008 ia pindah ke PT. Fawwaz. Gaji ditempat lama dan tempat baru sama besarnya yaitu Rp. 6.000.000,-. Penghitungannya sbb :
a. Sebelum pindah (di perusahaan lama)

Pindah Kerja

Pindah Kerja

b. Ketika Pindah (di perusahaan lama)

c. Ketika Pindah (di Perusahaan baru)

2. Karyawan Pindah Cabang
Dalam penghitungan PPh Pasal 21 karyawan yang pindah cabang dalam perusahaan yang sama, maka penghitungan PPh Pasal 21nya tetap disetahunkan sama seperti bulan-bulan sebelumnya. Landasan berpikirnya adalah bahwa si karyawan tetap berada pada perusahaan yang sama, sehingga kewajiban Pemotongan PPh Pasal 21 akan tetap berada pada perusahaan tersebut. Pindah cabang hanya memindahkan tempat pemotongan kepada cabang lain, sehingga tidak perlu dihitung seperti karyawan pindah tempat kerja yang menghitung kekurangan/kelebihan pemotongan PPh Pasal 21 yang sudah dilakukan terhadap penghasilan karyawan

Berikut adalah contoh penghitungannya. Anto, status TK/- adalah karyawan PT. Haidar cabang Yogyakarta, pada tanggal 1 April 2008 ia dipindah ke cabang Surabaya. Gaji ditempat lama dan tempat baru sama besarnya yaitu Rp. 6.000.000,-. Penghitungannya sbb :
a. Sebelum pindah (di cabang lama)

b. Ketika Pindah (di cabang lama)

c. Ketika Pindah (di cabang baru)

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a. Penyetahunan PPh 21 untuk karyawan yang kewajiban pajak subjektifnya tidak penuh 1 tahun didasarkan pada Pasal 2A Undang-Undang PPh.
b. Penyetahunan pada karyawan yang pindah cabang lebih disebabkan oleh karyawan tersebut masih bekerja pada perusahaan yang sama, bukan karena kewajiban pajak subjektifnya.
c. Penghitungan karyawan yang pindah kerja tidak disetahunkan karena kewajiban pajak subjektifnya tetap penuh 1 tahun, sehingga sesuai Pasal 2A UU PPh tersebut, penghitungannya tidak disetahunkan.

4 Comments

Filed under PPh PotPut

4 responses to “Penyetahunan Penghitungan PPh Pasal 21 ( seri 2 – Tamat)

  1. Pak, tolong ksh contoh yang ada angka THR/bonusnya.
    Yang msh abu2 soal perhitungan disetahunkan pada angka thr/bonus.

    Like

  2. ratih

    waahh…trimz bgt pak, akhirnya dape pencerahan juga…:D

    Like

  3. ida zulfa

    Wah, pak seneng bacanya..
    dapat info baru, ilmu, yg pastinya akan bmanfaat utk kedepannya..
    blognya di update trus tho?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s