PPh Jasa Konstruksi (PPh Pasal 4 ayat 2 Vs PPh Pasal 23)

Sembari menunggu tarif baru PPh atas Jasa Konstruksi yang katanya akan segera dikeluarkan (tetapi sampai saat ini belum juga keluar), maka kita akan membahas perlakuan PPh atas Jasa Pelaksana Konstruksi

Sebagaimana kita ketahui, Jasa Konstruksi dibagi atas 3 jenis yaitu :
1. Jasa Perencana Konstruksi (merencanakan, design, dll sebelum konstruksi dimulai)
2. Jasa Pelaksana Konstruksi (pelaksanaan kegiatan konstruksi)
3. Jasa Pengawas Konstruksi (mengawasi rencana dengan kegiatan dan hasil pelaksana)

Menurut perlakuan perpajakan ada dua perlakuan yaitu :

  1. Khusus untuk pengusaha kecil yaitu yang memiliki sertifikat sebagai pengusaha kecil dengan nilai pengadaan maksimal 1 miliar per proyek dikenakan PPh Final Pasal 4 ayat 2 sbb :
    a. Jasa Perencana Konstruksi = 4 %
    b. Jasa Pelaksana Konstruksi = 2%
    c. Jasa Pengawas Konstruksi = 4%
  2. Sementara untuk pengusaha menengah dan besar dikenakan PPh Pasal 23 sbb :
    Tarif 15% x perkiraan penghasilan Netto
    a. Jasa Perencana Konstruksi = 15 % X 26 2/3 %
    b. Jasa Pelaksana Konstruksi = 15 % X 13 1/3 %
    c. Jasa Pengawas Konstruksi = 15 % X 26 2/3 %

Sebenarnya kalau kita telaah lebih teliti lagi, tarif baik tarif PPh Pasal 4 ayat 2 maupun tarif PPh Pasal 23 akan menghasilkan tarif efektif yang sama. yaitu 15 % X 26 2/3 % = 4 % juga 15 % X 13 1/3% = 2 % sehingga baik wajib pajak itu pengusaha kecil ataupun tidak, tetap akan dikenakan tarif yang sama.

Lalu, kenapa kalau tarifnya sama dikenakan Pasal yang berbeda?

Jawabnya kembali pada filosofi diterapkannya PPh Final adalah untuk kemudahan dalam pemotongan Pajak Penghasilan. Sehingga Wajib Pajak pengusaha kecil tidak perlu lagi menghitung seberapa besar penghasilan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan dan tidak perlu menghitung PPh yang kurang bayar (Psl 29) karena telah dikenakan PPh yang bersifat final. (Jawaban yang sama juga berlaku terhadap Wajib Pajak orang pribadi yang dikenakan norma sehingga tidak perlu repot lagi). Sementara untuk pengusaha menengah dan besar akan menghitung lagi penghasilannya dan biayanya kemudian PPh Pasal 23 yang telah dipotong oleh pemilik proyek akan dijadikan kredit pajak dalam SPT Tahunan oleh Pengusaha Jasa Konstruksi.

Nah, seberapa besar persentase pajak yang (dikabarkan) akan naik terhadap jasa konstruksi?
Kita tunggu saja aturannya dikeluarkan.

Terima Kasih

About these ads

Leave a comment

Filed under PPh PotPut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s